Social Icons

Pages

Friday, 3 May 2013

Apakah Sukses Itu?

Oleh: Abu Azzam

Kita sering mendengar kata 'sukses'. Sukses selalu dikesankan sebagai sebuah pencapaian yang indah dan menyenangkan setelah melewati segenap usaha.
Sebenarnya apa sih sukses itu? Dan siapakah yang layak disebut sukses? Banyak orang memandang bahwa kesuksesan itu hanya terkait dengan kekayaan, popularitas, prestasi, jabatan dan beberapa yang dinilai wah lainnya.

Umumnya kita mengatakan bahwa sukses adalah "berhasil meraih pencapaian besar". Jika seseorang menginginkan pekerjaan yang bagus dengan gaji yang besar. Lalu dengan segenap perjuangannya dia mampu mencapainya. Maka dia sudah dikatakan sebagai orang yang sukses. Begitu juga dengan pencapaian-pencapaian besar lainnya.

Dalam pandangan masyarakat tradisional, orang yang sukses adalah orang sudah memiliki rumah bagus, punya kendaraan roda empat dan mampu menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang kuliah.

Benarkah semua contoh yang disebutkan diatas adalah kesuksesan? Tergantung dengan kacamata apa kita melihatnya. Jika dengan kacamata dunia, maka iya, itu adalah contoh-contoh sukses duniawi.

Namun perlu diingat bahwa pandangan materialistis tentang sukses selalu relative. Jika anda menilai bahwa seseorang itu sudah sukses. Dimata saya belum tentu dia dipandang sukses. Jadi pandangan yang bersifat materi akan selalu bias.

Dunia Adalah Keindahan Yang Menipu
---------------------------
Ya, benar adanya. Bahwa dunia adalah keindahan dan kesenangan yang menipu. Banyak orang yang tertipu oleh keindahan dan kenikmatan dunia. Mereka berjuang keras dangan berbagai cara untuk meraih kesuksesan dunia. Mereka berfikir bahwa kebahagiaan akan terwujud jika mereka sudah mencapai kesuksesan dunia. Mereka beranggapan bahwa kebahagiaan itu ada pada banyaknya harta atau tingginya jabatan.

Kalaulah kesuksesan itu diukur dengan tingginya jabatan, maka Firaunlah orang paling sukses. Jikalau kebahagiaan diukur dengan banyaknya harta maka Qarunlah manusia yang paling bahagia. Namun benarkah kedua manusia ini adalah orang yang paling bahagia dan paling sukses? Kenyataannya tidak. Alquran mencatat bahwa mereka adalah dua manusia yang telah Allah hinakan. Kehidupan mereka berakhir dengan sangat tragis. Firaun ditenggelamkan dengan kehinaan di laut Merah.
Sementara Qarun dibenamkan Allah ke perut bumi bersama harta kekayaannya yang selama hidupnya telah membuat dirinya angkuh dan sombong.

Fenomena kehinaan dalam keberlimapahan dan pencapaian duniawi akan selalu ada sepanjang zaman. Di zaman modern ini sering kita dengar ada orang yang rumah tangganya hancur berantakan justru setelah ia kaya raya. Betapa banyak pejabat tinggi di negeri kita menjadi nista karena terlibat korupsi. Juga tak jarang kita mendengar anak pejabat dan konglomerat kehilangan teladan dalam hidupnya, terlibat tindak criminal dan jadi pencandu narkoba. Naudzu billah min dzalik.

Jadi jelaslah bahwa pencapaian duniawi sangat-sangat tidak bisa dijadikan ukuran kesuksesan dan kebahagiaan seseorang.

Sukses Dalam Perspektif Alquran
--------------------
Sebagai orang yang beriman kita mesti memandang segala sesuatu dengan kacamata AlQuran yang notabene merukan pedoman hidup kita. Hanya AlQuranlah tuntunan yang seratus persen benar dan berlaku sepanjang zaman hingga hari kiamat nanti. Kita kembali kepada AlQuran dalam memahami makna sukses, ini bertujuan agar pandangan kita tentangnya tidak lagi bias.

Bagaimanakah Alquran bicara tentang sukses? Kata dalam bahasa Arab yang berartikan 'sukses' adalah kata najaha – yanjahu – najaah. Tetapi Alquran tidak memakai kata najaha atau najaah ini untuk menggambarkan dan mengungkapkan kata 'sukses'. Yang Alquran gunakan adalah 'falaah (keberuntungan), yuflih atau muflih (beruntung). Sering juga kita temukan kata 'fauz' (kemenangan) atau 'faaza – yafuuzu' (menang). Dua kata (beruntung dan menang) inilah yang selalu Allah gunakan dalam Alquran untuk menggungkapkan kata 'sukses'.

Dalam Alquran kata 'beruntung' ini sering sekali disebutkan sebagai buah dari ketaatan atau hasil dari mengamalkan perintah Allah dan menjauhi laranganNya.

Jalan Menuju Sukses Sejati (Beruntung Dunia Dan Akhirat)
----------------------------

Berikut ini akan dipaparkan beberapa karakter dan amalan orang yang beruntung yang disebutkan dalam Al-Quran.

1- Iman dan amal shaleh.
Dalam surat Al-Baqarah ayat 1 – 5. Disini disebutkan karakter orang yang beruntung, yaitu: beriman kepada yang gaib, mendirikan shalat, menginfakkan sebagian harta, beriman kepada Al-Quran, beriman kepada kitab-kitab sebelum Al-Quran dan meyakini adanya hari akhir. Di ayat yang kelima Allah mengatakan: "mereka itulah orang yang berada dalam petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang beruntung"

2- Dakwah
"dan hendaklah ada suatu kelompok yang mengajak kepada kebaikan, memerintahkan yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung"(Al-Imran: 104)

3- Sabar, teguh dalam berjuang dan bertaqwa.
"hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian, kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga serta bertaqwalah kepada Allah suapaya kalian beruntung" (Al-Imran: 200)

4- Meninggalkan riba
"hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan riba dengan berlipat ganda. Bertaqwalah kepada Allah supaya kalian beruntung" (Al-Imran: 130)

5- Menjauhi maksiat 
(arak, judi, berkurban untuk berhala dan mengundi nasib dengan anak panah) : Al-Maidah: 90
Itulah beberapa contoh amalan yang bisa mengantarkan kita pada keberuntungan.
Keberuntungan yang sebenarnya. Bukan kesuksesan duniawy yang menipu. Tapi keberuntungan abadi, di dunia dan akhirat. Keberuntungan di dunia berupa kebahagiaan, kedamaian, ketentraman jiwa, kelapangan hati dan keberkahan hidup. Sementara keberuntungan akhirat adalah masuk syurga yang luasnya seluas langit dan bumi.

Ada satu ayat yang sangat penting kita ketahui untuk lebih memahami apa yang disebut dengan sukses sejati , Allah berfirman:
"……. Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga maka sesungguhnya ia telah faaza (menang/beruntung)….." (Ali-Imran: 185)

Indikator Sukses Sejati
-------------------------------------

Dari rangkaian penjelasan dan beberapa ayat di atas, dapatlah kita fahami bahwa orang yang mencapai sukses sejati (keberuntungan) dapat dilihat dari beberapa indikasi berikut:

1- Selalu dalam ketaatan.
Orang yang sukses sejati senantiasa dalam ketaatan. Pencapaian duniawinya – berapapun banyak harta yang ia miliki dan betapapun tinggi kedudukannya - tidak melalaikannya dari mengingat Allah. Tidak membuatnya lalai dari ibadah. Justru semakin Allah tambah nikmat kepadanya, dia semakin bersyukur dan semakin dekat kapadaNya.
Karena itulah apapun yang ia lakukan adalah dalam rangka taat kepada Allah. Bisnis apapun yang ia bangun dan kedudukan apapun yang ia peroleh selalu dengan dalam bingkai ibadah dan dengan cara yang diridoi Allah SWT.

2- Akhirat oriented.
Apa yang ia miliki tidak membuatnya lupa akan hakikat kehidupannya. Bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara. Dia tidak lupa bahwa kehidupannya akan berakhir dan kembali ke kampungan yang sebenarnya yakni kampung akhirat. Karena itu dia merasa ringan menginfakkah hartanya di jalan Allah SWT demi mencapai kebahagiaan abadi di akhirat kelak.

3- Dunia di tangannya sementara akhirat di hatinya.
Dia tak terbelenggu oleh semua materi yang ia miliki. Ia mencintainya. Ya, itu manusiawi. Tapi cintanya pada harta dan kedudukannya itu tidak berlebihan. Dunia tidak menyibukkan hatinya. Karena dunia hanya berada dalam genggamannya. Tidak merasuki hatinya. Jika ia mengalami kerugian duniawi, hatinya tidak risau dan galau. Karena hatinya sudah dipenuhi oleh cita-cita ukhrawinya. Maka tidak ada lagi tempat duniawi disana.
Karena itulah peraih sukses sejati selalu jauh dari sifat sombong, angkuh dan bakhil. Ia sangat menyadari bahwa apa yang ia miliki hanyalah anugerah dan titipan dari Allah semata. Maka apa yang ia miliki ia jadikan sebagai sarana untuk mencari ridho dan cinta Allah SWT.

4- Berbagi.
Karakter penting peraih sukses sejati adalah suka berbagi antar sesama. Betapapun kayanya dia dan betapapun tinggi kedudukannya, jika tidak peduli pada masyarakatnya, tidak peka akan nasib saudara-saudaranya, maka dia bukanlah peraih sukses sejati.
Maka benarlah sebuah ungkapan yang mengatakan "sukses itu tidak dilihat dari seberapa besar yang kau dapatkan, tapi dilihat dari seberapa besar manfaat yang kau berikan pada sesama".
Peraih sukses sejati sangat menyadari bahwa berbagi merupakan kunci penting dalam meraih kesuksesan sejati tersebut.

Inilah beberapa kata kunci yang apabila kita rangkai, kita bisa memahami hakikat 'sukses sejati'. Inilah sukses yang seharusnya kita cita-citakan dalam kehidupan kita.
Dan cita-cita mencapai sukses sejati seperti ini jugalah yang harus kita tanamkan kepada generasi penerus kita.

Cita-cita seperti ini tidaklah ringan menggapainya. Untuk meraihnya kita membutuhkan segenap ilmu dan perjuangan serius. Ini bukanlah cita-cita para pemalas dan pecundang. Ini adalah cita-cita para petarung , mujahid dan pejuang sejati.

Semoga kita termasuk orang-orang yang meraih kesuksesan sejati yaitu mendapatkan syurga yang kenikmatannya hakiki dan abadi. Wallaahu a'lam bishshowaab.
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 

Sample Text

Sample Text