skip to main |
skip to sidebar
Apakah Sukses Itu?
Oleh: Abu Azzam

Kita sering mendengar kata 'sukses'. Sukses selalu dikesankan sebagai
sebuah pencapaian yang indah dan menyenangkan setelah melewati segenap
usaha.
Sebenarnya apa sih sukses itu? Dan siapakah yang layak
disebut sukses? Banyak orang memandang bahwa kesuksesan itu hanya
terkait dengan kekayaan, popularitas, prestasi, jabatan dan beberapa
yang dinilai wah lainnya.
Umumnya kita mengatakan bahwa sukses
adalah "berhasil meraih pencapaian besar". Jika seseorang menginginkan
pekerjaan yang bagus dengan gaji yang besar. Lalu dengan segenap
perjuangannya dia mampu mencapainya. Maka dia sudah dikatakan sebagai
orang yang sukses. Begitu juga dengan pencapaian-pencapaian besar
lainnya.
Dalam pandangan masyarakat tradisional, orang yang
sukses adalah orang sudah memiliki rumah bagus, punya kendaraan roda
empat dan mampu menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang kuliah.
Benarkah semua contoh yang disebutkan diatas adalah kesuksesan?
Tergantung dengan kacamata apa kita melihatnya. Jika dengan kacamata
dunia, maka iya, itu adalah contoh-contoh sukses duniawi.
Namun perlu diingat bahwa pandangan materialistis tentang sukses selalu
relative. Jika anda menilai bahwa seseorang itu sudah sukses. Dimata
saya belum tentu dia dipandang sukses. Jadi pandangan yang bersifat
materi akan selalu bias.
Dunia Adalah Keindahan Yang Menipu
---------------------------
Ya, benar adanya. Bahwa dunia adalah keindahan dan kesenangan yang
menipu. Banyak orang yang tertipu oleh keindahan dan kenikmatan dunia.
Mereka berjuang keras dangan berbagai cara untuk meraih kesuksesan
dunia. Mereka berfikir bahwa kebahagiaan akan terwujud jika mereka sudah
mencapai kesuksesan dunia. Mereka beranggapan bahwa kebahagiaan itu ada
pada banyaknya harta atau tingginya jabatan.
Kalaulah
kesuksesan itu diukur dengan tingginya jabatan, maka Firaunlah orang
paling sukses. Jikalau kebahagiaan diukur dengan banyaknya harta maka
Qarunlah manusia yang paling bahagia. Namun benarkah kedua manusia ini
adalah orang yang paling bahagia dan paling sukses? Kenyataannya tidak.
Alquran mencatat bahwa mereka adalah dua manusia yang telah Allah
hinakan. Kehidupan mereka berakhir dengan sangat tragis. Firaun
ditenggelamkan dengan kehinaan di laut Merah.
Sementara Qarun
dibenamkan Allah ke perut bumi bersama harta kekayaannya yang selama
hidupnya telah membuat dirinya angkuh dan sombong.
Fenomena
kehinaan dalam keberlimapahan dan pencapaian duniawi akan selalu ada
sepanjang zaman. Di zaman modern ini sering kita dengar ada orang yang
rumah tangganya hancur berantakan justru setelah ia kaya raya. Betapa
banyak pejabat tinggi di negeri kita menjadi nista karena terlibat
korupsi. Juga tak jarang kita mendengar anak pejabat dan konglomerat
kehilangan teladan dalam hidupnya, terlibat tindak criminal dan jadi
pencandu narkoba. Naudzu billah min dzalik.
Jadi jelaslah bahwa pencapaian duniawi sangat-sangat tidak bisa dijadikan ukuran kesuksesan dan kebahagiaan seseorang.
Sukses Dalam Perspektif Alquran
--------------------
Sebagai orang yang beriman kita mesti memandang segala sesuatu dengan
kacamata AlQuran yang notabene merukan pedoman hidup kita. Hanya
AlQuranlah tuntunan yang seratus persen benar dan berlaku sepanjang
zaman hingga hari kiamat nanti. Kita kembali kepada AlQuran dalam
memahami makna sukses, ini bertujuan agar pandangan kita tentangnya
tidak lagi bias.
Bagaimanakah Alquran bicara tentang sukses?
Kata dalam bahasa Arab yang berartikan 'sukses' adalah kata najaha –
yanjahu – najaah. Tetapi Alquran tidak memakai kata najaha atau najaah
ini untuk menggambarkan dan mengungkapkan kata 'sukses'. Yang Alquran
gunakan adalah 'falaah (keberuntungan), yuflih atau muflih (beruntung).
Sering juga kita temukan kata 'fauz' (kemenangan) atau 'faaza – yafuuzu'
(menang). Dua kata (beruntung dan menang) inilah yang selalu Allah
gunakan dalam Alquran untuk menggungkapkan kata 'sukses'.
Dalam
Alquran kata 'beruntung' ini sering sekali disebutkan sebagai buah
dari ketaatan atau hasil dari mengamalkan perintah Allah dan menjauhi
laranganNya.
Jalan Menuju Sukses Sejati (Beruntung Dunia Dan Akhirat)
----------------------------
Berikut ini akan dipaparkan beberapa karakter dan amalan orang yang beruntung yang disebutkan dalam Al-Quran.
1- Iman dan amal shaleh.
Dalam surat Al-Baqarah ayat 1 – 5. Disini disebutkan karakter orang
yang beruntung, yaitu: beriman kepada yang gaib, mendirikan shalat,
menginfakkan sebagian harta, beriman kepada Al-Quran, beriman kepada
kitab-kitab sebelum Al-Quran dan meyakini adanya hari akhir. Di ayat
yang kelima Allah mengatakan: "mereka itulah orang yang berada dalam
petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang beruntung"
2- Dakwah
"dan hendaklah ada suatu kelompok yang mengajak kepada kebaikan,
memerintahkan yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar. Dan mereka
itulah orang-orang yang beruntung"(Al-Imran: 104)
3- Sabar, teguh dalam berjuang dan bertaqwa.
"hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian, kuatkanlah kesabaran
kalian dan tetaplah bersiap siaga serta bertaqwalah kepada Allah
suapaya kalian beruntung" (Al-Imran: 200)
4- Meninggalkan riba
"hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan riba dengan
berlipat ganda. Bertaqwalah kepada Allah supaya kalian beruntung"
(Al-Imran: 130)
5- Menjauhi maksiat
(arak, judi, berkurban untuk berhala dan mengundi nasib dengan anak panah) : Al-Maidah: 90
Itulah beberapa contoh amalan yang bisa mengantarkan kita pada keberuntungan.
Keberuntungan yang sebenarnya. Bukan kesuksesan duniawy yang menipu.
Tapi keberuntungan abadi, di dunia dan akhirat. Keberuntungan di dunia
berupa kebahagiaan, kedamaian, ketentraman jiwa, kelapangan hati dan
keberkahan hidup. Sementara keberuntungan akhirat adalah masuk syurga
yang luasnya seluas langit dan bumi.
Ada satu ayat yang sangat penting kita ketahui untuk lebih memahami apa yang disebut dengan sukses sejati , Allah berfirman:
"……. Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam
syurga maka sesungguhnya ia telah faaza (menang/beruntung)….."
(Ali-Imran: 185)
Indikator Sukses Sejati
-------------------------------------
Dari rangkaian penjelasan dan beberapa ayat di atas, dapatlah kita
fahami bahwa orang yang mencapai sukses sejati (keberuntungan) dapat
dilihat dari beberapa indikasi berikut:
1- Selalu dalam ketaatan.
Orang yang sukses sejati senantiasa dalam ketaatan. Pencapaian
duniawinya – berapapun banyak harta yang ia miliki dan betapapun tinggi
kedudukannya - tidak melalaikannya dari mengingat Allah. Tidak
membuatnya lalai dari ibadah. Justru semakin Allah tambah nikmat
kepadanya, dia semakin bersyukur dan semakin dekat kapadaNya.
Karena itulah apapun yang ia lakukan adalah dalam rangka taat kepada
Allah. Bisnis apapun yang ia bangun dan kedudukan apapun yang ia peroleh
selalu dengan dalam bingkai ibadah dan dengan cara yang diridoi Allah
SWT.
2- Akhirat oriented.
Apa yang ia miliki tidak
membuatnya lupa akan hakikat kehidupannya. Bahwa kehidupan di dunia
hanyalah sementara. Dia tidak lupa bahwa kehidupannya akan berakhir dan
kembali ke kampungan yang sebenarnya yakni kampung akhirat. Karena itu
dia merasa ringan menginfakkah hartanya di jalan Allah SWT demi mencapai
kebahagiaan abadi di akhirat kelak.
3- Dunia di tangannya sementara akhirat di hatinya.
Dia tak terbelenggu oleh semua materi yang ia miliki. Ia mencintainya.
Ya, itu manusiawi. Tapi cintanya pada harta dan kedudukannya itu tidak
berlebihan. Dunia tidak menyibukkan hatinya. Karena dunia hanya berada
dalam genggamannya. Tidak merasuki hatinya. Jika ia mengalami kerugian
duniawi, hatinya tidak risau dan galau. Karena hatinya sudah dipenuhi
oleh cita-cita ukhrawinya. Maka tidak ada lagi tempat duniawi disana.
Karena itulah peraih sukses sejati selalu jauh dari sifat sombong,
angkuh dan bakhil. Ia sangat menyadari bahwa apa yang ia miliki hanyalah
anugerah dan titipan dari Allah semata. Maka apa yang ia miliki ia
jadikan sebagai sarana untuk mencari ridho dan cinta Allah SWT.
4- Berbagi.
Karakter penting peraih sukses sejati adalah suka berbagi antar sesama.
Betapapun kayanya dia dan betapapun tinggi kedudukannya, jika tidak
peduli pada masyarakatnya, tidak peka akan nasib saudara-saudaranya,
maka dia bukanlah peraih sukses sejati.
Maka benarlah sebuah
ungkapan yang mengatakan "sukses itu tidak dilihat dari seberapa besar
yang kau dapatkan, tapi dilihat dari seberapa besar manfaat yang kau
berikan pada sesama".
Peraih sukses sejati sangat menyadari bahwa berbagi merupakan kunci penting dalam meraih kesuksesan sejati tersebut.
Inilah beberapa kata kunci yang apabila kita rangkai, kita bisa
memahami hakikat 'sukses sejati'. Inilah sukses yang seharusnya kita
cita-citakan dalam kehidupan kita.
Dan cita-cita mencapai sukses sejati seperti ini jugalah yang harus kita tanamkan kepada generasi penerus kita.
Cita-cita seperti ini tidaklah ringan menggapainya. Untuk meraihnya
kita membutuhkan segenap ilmu dan perjuangan serius. Ini bukanlah
cita-cita para pemalas dan pecundang. Ini adalah cita-cita para petarung
, mujahid dan pejuang sejati.
Semoga kita termasuk
orang-orang yang meraih kesuksesan sejati yaitu mendapatkan syurga yang
kenikmatannya hakiki dan abadi. Wallaahu a'lam bishshowaab.