Social Icons

Pages

Friday, 3 May 2013

Samudera Inspirasi Dari Sembilan Anggota Asra Family (Dunia Khayalan)



Oleh : Muhammad Afdal Sulaiman

Disini saya akan bercerita tentang pengalaman-pengalaman saya ketika bertemu orang-orangyang luar biasa dibeberapa kota dan beberapa Negara. Saya bertemu dengan sosok-sosok luar biasa ini di beberapa seminar yang tersebar seluruh Indonesia dan bermacam-macam pula tema yang diangkat di seminar-seminar tersebut sesuai tema yang hangat diperbincangkan dikalangan masyarakat. Beberapa diantara temanya yaitu ; seminar seputar bisnis dan ekonomi, peran agama dalam membangun karakter bangsa, seminar kepemudaaan dan beberapa tema hangat lainnya. Selain seminar, saya juga selalu mengikuti kajian-kajian bersama orang-orang yang kapabilitas ilmu agamanya tak diragukan lagi .

Ketika saya diutus oleh perusahaan "ASRA MANDIRI" tempat saya bekerja untuk mengikuti motivasi bisnis di daerah Jakarta selatan disana saya bertemu dengan motivator ulung yang sangat luar biasa. Jika dilhat dari background dibelkang pembicara tersbut terpampang nama "Remade Nuba, M.E"  Sang pengusaha muda asal jambi. ketika moderator membacakan biografinya beliau menyelesaikan magisternya di university of London di London inggris. Sekilas nama beliau ini tak memperlihatkan sebuah nama seorang muslim, tapi alangkah kagetnya saya ketika mendengar bahwa beliau adalah seorang yang hafal quran,,subhanllah..rupanya beliau alumni pondok pesantren assalam Palembang.  beliau sangat piawai dalam mengolah kata sehinga susunan kata-katanya menjadi kalimat yang luar biasa dalam mempengaruhi semangat para audiens nya. Saya selaku pendengar yang baik merasa rugi jika tak mencatat dari setiap kalimat demi kalimat yang beliau ucapkan, saya seperti notulensi sebuah acara karena smua yang beliau ucapkan terlalu sayang jika tidak dituliskan.

Sepanjang uraian yang ia sampaikan Ada sebuah kalimat beliau yang sangat mengingatkan saya agar tak mremehkan masa depan seseorang, sebenarnya kalimat ini juga ia kutip dari Mario Teguh : seburuk-buruknya masa lalu seseorang, masa depannya tetap cerah. Beliau cerita bahwa awal karirnya juga terinspirasi dari kalimat pendek tersebut. Dlu ia adalah seorang santri asslam yang bisa dikatakan cukup nakal jika diletakkan dilevel sesama  santri, seorang santri yang tak melaksanakan solat jamaah saja sudah dibilang bandel. Inilah yang mebuat diri beliau men-judge bahwa dirinya adalah seorang anak yang nakal, dan ini pula sebabnya beliau berfikir panjang bahwasanya anak nakal seperti beliau juga berhak untuk bercita-cita menjadi orang sukses, baik sukses akademik maupun sukses didunia bisnis.

Berbicara seputar bisnis sebagaimana tema seminar yang beliau angkat, beliau adalah seorang bisnisman muda yang bisa dibilang suskses, Beliau juga menceritakan kenapa background beliau dari santri bisa menjadi seorang pembisnis dan seberapa penting bisnis bagi beliau. Dengan tenang dan rasa bangga beliau mengatakan bahwa beliau mempunyai gen bisnis dari ayahnya. Meskipun ayahnya bukanlah seorang bisnisman sukses alias selalu gagal dan tak seperti beliau akan tetapi mental pemberani ayahnya untuk terjun kedalam dunia bisnis lah yang beliau dapatkan dari sang ayah. Beliau selalu memperhatikan kenapa sang ayah bisa gagal padahal sang ayah sangat berani dalam memulai bisnis. setelah beliau teliti ada 1 syarat dari 3 syarat yang belum dilakukan ayahnya. Beliau mengatakan jika anda berbisnis maka geluti bisnis anda dengan tiga syarat. Yaitu kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas. Ayah beliau sudah melakukan semua syarat kecuali yang terakhir. Sungguh bisnis bukan hanya bermodalkan mental pemberani saja, akan tetapi dilakukan dengan tuntas tanpa menyerah ketika disuguhkan beberapa kerikil yang membuat bisnis terhenti,Ungkap beliau.

Ketika sesi pertanyaan dibuka ada seorang dari pendengar bertanya , kenapa anda berbisnis? Dengan tegas beliau menjelaskan, bisnis adalah pintu reski yang paling banyak dibuka oleh Allah sesuai yang dikatakan rasulullah dan bisnis juga profesi rasulullah dulu, sehingga siapa yang berbisnis maka dia melaksanakan sunnah rasulullah krena mengikuti profesi rasulullah . selain itu dari banyak hasil atau laba yang dihasilkan dri bisnis kita, kita bisa berbagi dengan orang lain. Ada seseorang mengatakan : hidup bukanlah untuk uang, tapi uanglah yang membuat kita bertahan hidup. Melalui uang lah beliau bisa berbagi dan menggunakan uanglah beliau bersosial. Seperti membantu anak-anak miskin, menyekolah anak tak mampu. Subhanllah begitu mulia beliau. Ya Allah…berkahi kehidupan beliau. Begitulah cara beliau memandang dan meng-implementasikan kalimat  : sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi  manusia lainnya.

Pengalaman saya selanjutnya, ketika saya mengisi cuti akhir tahun saya dan istri mengisi waktu cuti untuk bertamasya dibumi para nabi yaitu mesir, kebetulan sejak saya menikah dulu saya belum pernah membawa pujaan hati saya kebumi piramida itu. Saya berangkat kemesir menggunakan jasa flight etihad. Saya dan istri saya duduk dikelas ekonomi. Didalam pesawat saya tiba-tiba ingin bertanya-tanya ketika melihat rombongan (kira-kira 5 orang) yang berpakaian seragam coklat. Spertinya di bagian belkang jacket mereka ada lambing " Bulan Sabit Merah". Yang saya tau bulan sabit merah adalah sebuat organisasi relawan diindonesia yang membantu manusia dinegara-negara konflik . Seperti; palestina, Iraq, dan beberapa Negara lainnya.
Ketika itu saya menyempatkan bekenalan dengan salah seorang diantara mereka yang kebtulan duduk disamping istri saya, seorang perempuan muda, dilihat dari wajahnya sepertinya perempuan ini baru lulus kuliah. Nama beliau adalah "dr. Aghnina Rizki Amalia", seorang dokter keluaran universitas indonesia. beliau beserta rombongan hendak melkukan perjalanan menuju mesir, setelah itu melanjutkan perjalanan kepalestina melalui jalur darat. Mereka hendak membantu saudara sesama muslim yang menjadi korban keganasan zionis Israel di gaza. Sebenarnya dokter muda ini hanya seorang dokter gigi. Jika dilihat pekerjaan yang dilakukan disana sepertinya tidak sesuai dengan profesinya sebagai dokter gigi, krena disana tugas dokter akan merwat korban yang terkena luka, baikluka ringan maupun luka berat, bukannya mengobati orang sakit gigi. 

Ketika saya bertanya kenapa beliau memilih jalan yang tak pernah terpikir oleh sya sebelumnya, yaitu membantu saudara muslim digaza korban kezoliman Israel tanpa mendapatkan apa-apa kecuali terancam mati. dengan simple beliau menjawab ; ketika seluruh teman sesame dokter satu angkatan di UI sibuk bekerja di RS ini dan di RS itu, sibuk memikirkan berapa uang masuk yang akan mereka terima dari pasien, saya pun sibuk dengan keluar masuk beberapa Negara konflik, saya memilih 'bulan sabit merah' sebagai jalan hidup saya, saya memilih menjadi relawan sebagai profesi terbaik saya. Pilihan saya ini tidak lain dan tidak bukan hanya ingin mencari ridhoAllah, saya ingin menjadikan ilmu kedokteran saya sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Membantu mereka para korban adalah sebuah kenikmatan sendiri bagi jiwa saya'. Subhanllah…tiba-tiba hatiku tersentak. Malu hati ini untuk meneruskan perjalanan ini, umur saya yang 10 tahun jauh lebih tua dri dokter ini belum berbuat apa-apa untuk saudara sesame muslim, benar-benar malu jika dokter muda ini tau kalo perjalanan yang sama ini, pesawat yang sama, tapi tujuan kami berbeda. Beliau bertujuan untuk ummat, sedangkan aku hanya bersenang-senang dan berfoya-foya.

Bersambung.........
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 

Sample Text

Sample Text