Oleh : Muhammad Afdal Sulaiman
Disini saya akan bercerita tentang pengalaman-pengalaman saya ketika
bertemu orang-orangyang luar biasa dibeberapa kota dan beberapa Negara. Saya
bertemu dengan sosok-sosok luar biasa ini di beberapa seminar yang tersebar
seluruh Indonesia dan bermacam-macam pula tema yang diangkat di seminar-seminar
tersebut sesuai tema yang hangat diperbincangkan dikalangan masyarakat.
Beberapa diantara temanya yaitu ; seminar seputar bisnis dan ekonomi, peran
agama dalam membangun karakter bangsa, seminar kepemudaaan dan beberapa tema
hangat lainnya. Selain seminar, saya juga selalu mengikuti kajian-kajian
bersama orang-orang yang kapabilitas ilmu agamanya tak diragukan lagi .
Ketika saya diutus oleh perusahaan "ASRA MANDIRI" tempat saya
bekerja untuk mengikuti motivasi bisnis di daerah Jakarta selatan disana saya
bertemu dengan motivator ulung yang sangat luar biasa. Jika dilhat dari
background dibelkang pembicara tersbut terpampang nama "Remade Nuba, M.E" Sang pengusaha muda asal jambi. ketika
moderator membacakan biografinya beliau menyelesaikan magisternya di university
of London di London inggris. Sekilas nama beliau ini tak memperlihatkan sebuah
nama seorang muslim, tapi alangkah kagetnya saya ketika mendengar bahwa beliau
adalah seorang yang hafal quran,,subhanllah..rupanya beliau alumni pondok
pesantren assalam Palembang. beliau
sangat piawai dalam mengolah kata sehinga susunan kata-katanya menjadi kalimat
yang luar biasa dalam mempengaruhi semangat para audiens nya. Saya selaku
pendengar yang baik merasa rugi jika tak mencatat dari setiap kalimat demi
kalimat yang beliau ucapkan, saya seperti notulensi sebuah acara karena smua
yang beliau ucapkan terlalu sayang jika tidak dituliskan.
Sepanjang uraian yang ia sampaikan Ada sebuah kalimat beliau yang sangat
mengingatkan saya agar tak mremehkan masa depan seseorang, sebenarnya kalimat
ini juga ia kutip dari Mario Teguh : seburuk-buruknya masa lalu seseorang, masa
depannya tetap cerah. Beliau cerita bahwa awal karirnya juga terinspirasi dari
kalimat pendek tersebut. Dlu ia adalah seorang santri asslam yang bisa
dikatakan cukup nakal jika diletakkan dilevel sesama santri, seorang santri yang tak melaksanakan
solat jamaah saja sudah dibilang bandel. Inilah yang mebuat diri beliau
men-judge bahwa dirinya adalah seorang anak yang nakal, dan ini pula sebabnya
beliau berfikir panjang bahwasanya anak nakal seperti beliau juga berhak untuk
bercita-cita menjadi orang sukses, baik sukses akademik maupun sukses didunia
bisnis.
Berbicara seputar bisnis sebagaimana tema seminar yang beliau angkat,
beliau adalah seorang bisnisman muda yang bisa dibilang suskses, Beliau juga
menceritakan kenapa background beliau dari santri bisa menjadi seorang pembisnis
dan seberapa penting bisnis bagi beliau. Dengan tenang dan rasa bangga beliau
mengatakan bahwa beliau mempunyai gen bisnis dari ayahnya. Meskipun ayahnya
bukanlah seorang bisnisman sukses alias selalu gagal dan tak seperti beliau
akan tetapi mental pemberani ayahnya untuk terjun kedalam dunia bisnis lah yang
beliau dapatkan dari sang ayah. Beliau selalu memperhatikan kenapa sang ayah
bisa gagal padahal sang ayah sangat berani dalam memulai bisnis. setelah beliau
teliti ada 1 syarat dari 3 syarat yang belum dilakukan ayahnya. Beliau
mengatakan jika anda berbisnis maka geluti bisnis anda dengan tiga syarat.
Yaitu kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas. Ayah beliau sudah melakukan
semua syarat kecuali yang terakhir. Sungguh bisnis bukan hanya bermodalkan
mental pemberani saja, akan tetapi dilakukan dengan tuntas tanpa menyerah
ketika disuguhkan beberapa kerikil yang membuat bisnis terhenti,Ungkap beliau.
Ketika sesi pertanyaan dibuka ada seorang dari pendengar bertanya , kenapa
anda berbisnis? Dengan tegas beliau menjelaskan, bisnis adalah pintu reski yang
paling banyak dibuka oleh Allah sesuai yang dikatakan rasulullah dan bisnis
juga profesi rasulullah dulu, sehingga siapa yang berbisnis maka dia
melaksanakan sunnah rasulullah krena mengikuti profesi rasulullah . selain itu
dari banyak hasil atau laba yang dihasilkan dri bisnis kita, kita bisa berbagi
dengan orang lain. Ada seseorang mengatakan : hidup bukanlah untuk uang,
tapi uanglah yang membuat kita bertahan hidup. Melalui uang lah beliau bisa berbagi dan menggunakan uanglah beliau
bersosial. Seperti membantu anak-anak miskin, menyekolah anak tak mampu.
Subhanllah begitu mulia beliau. Ya Allah…berkahi kehidupan beliau. Begitulah
cara beliau memandang dan meng-implementasikan kalimat : sebaik-baik manusia adalah manusia yang
bermanfaat bagi manusia lainnya.
Pengalaman saya selanjutnya,
ketika saya mengisi cuti akhir tahun saya dan istri mengisi waktu cuti untuk
bertamasya dibumi para nabi yaitu mesir, kebetulan sejak saya menikah dulu saya
belum pernah membawa pujaan hati saya kebumi piramida itu. Saya berangkat
kemesir menggunakan jasa flight etihad. Saya dan istri saya duduk dikelas
ekonomi. Didalam pesawat saya tiba-tiba ingin bertanya-tanya ketika melihat
rombongan (kira-kira 5 orang) yang berpakaian seragam coklat. Spertinya di
bagian belkang jacket mereka ada lambing " Bulan Sabit Merah". Yang
saya tau bulan sabit merah adalah sebuat organisasi relawan diindonesia yang
membantu manusia dinegara-negara konflik . Seperti; palestina, Iraq, dan beberapa
Negara lainnya.
Ketika itu saya menyempatkan
bekenalan dengan salah seorang diantara mereka yang kebtulan duduk disamping
istri saya, seorang perempuan muda, dilihat dari wajahnya sepertinya perempuan
ini baru lulus kuliah. Nama beliau adalah "dr. Aghnina Rizki Amalia",
seorang dokter keluaran universitas indonesia. beliau beserta rombongan hendak
melkukan perjalanan menuju mesir, setelah itu melanjutkan perjalanan
kepalestina melalui jalur darat. Mereka hendak membantu saudara sesama muslim
yang menjadi korban keganasan zionis Israel di gaza. Sebenarnya dokter muda ini
hanya seorang dokter gigi. Jika dilihat pekerjaan yang dilakukan disana sepertinya
tidak sesuai dengan profesinya sebagai dokter gigi, krena disana tugas dokter
akan merwat korban yang terkena luka, baikluka ringan maupun luka berat,
bukannya mengobati orang sakit gigi.
Ketika saya bertanya kenapa
beliau memilih jalan yang tak pernah terpikir oleh sya sebelumnya, yaitu
membantu saudara muslim digaza korban kezoliman Israel tanpa mendapatkan
apa-apa kecuali terancam mati. dengan simple beliau menjawab ; ketika seluruh
teman sesame dokter satu angkatan di UI sibuk bekerja di RS ini dan di RS itu,
sibuk memikirkan berapa uang masuk yang akan mereka terima dari pasien, saya
pun sibuk dengan keluar masuk beberapa Negara konflik, saya memilih 'bulan
sabit merah' sebagai jalan hidup saya, saya memilih menjadi relawan sebagai
profesi terbaik saya. Pilihan saya ini tidak lain dan tidak bukan hanya ingin
mencari ridhoAllah, saya ingin menjadikan ilmu kedokteran saya sebagai sesuatu
yang bermanfaat bagi orang lain. Membantu mereka para korban adalah sebuah
kenikmatan sendiri bagi jiwa saya'. Subhanllah…tiba-tiba hatiku tersentak. Malu
hati ini untuk meneruskan perjalanan ini, umur saya yang 10 tahun jauh lebih
tua dri dokter ini belum berbuat apa-apa untuk saudara sesame muslim,
benar-benar malu jika dokter muda ini tau kalo perjalanan yang sama ini,
pesawat yang sama, tapi tujuan kami berbeda. Beliau bertujuan untuk ummat, sedangkan aku hanya bersenang-senang dan
berfoya-foya.
Bersambung.........