skip to main |
skip to sidebar
Kesimpulan Dari Talk Show Bersama Ust Habiburrahman El-shirazy
writed by : Muhammad Afdal Sulaiman
Tanggal : 31 jan 2013
Kiat-kiat menulis
• Penulis harus memiliki modal niat yang kuat.
Karena tanpa niat yang kuat seseorang tidak akan sukses dalam bidang apapun. Begitu juga menulis.
• Penulis harus bisa memenej diri sendiri.
Sesungguhnya penulis itu sangat berbeda dengan dengan profesi yang lain
(ini khusus profsinya penulis, bukan sekedar hobby menulis). Jika kita
bekerja disebuah perusahan atau instansi pemerintah maka kita akan
terikat dengan meretauran lembaga tersebut. Sedangkan jadi penulis kita
bebas memenej waktu kita dalam menulis. Tergantung mood kita. Menulis
bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun.
• Keberanian.
Berani
untuk menulis dan berani memperlihatkan tulisan tersebut kepada orang
lain merupakan modal asasi dalam pencapaian tulisan yang berkwalitas.
Berani untuk dibaca orang dan berani dikritik oleh orang lain.
• Kesabaran dan keistiqomahan.
Tentang menulis, menulis itu bukaknowledge, akan tetapi ia adalah
sebuah skill. Kalau teori menulis adalah knowledge, sedangkan menulis
adalah skill. Adapun skill itu merupakan keahlian yang terus dilatih.
Dan untuk melatihnya hingga tajam perlu dengan kesabaran dan
keistiqomahan.
Apakah butuh bakat dalam menulis? Sebagian orang skill menulis adalah sebuah bakat.
Jika kita melihat bakat adalah kelebihan yang diberikan waktu kecil
maka kita akan pesimis menjalanai hidup. Dan tentunya dalam jika menulis
adalah bakat yang diberikan Allah dari kecil maka kita akan pesimis
juga dalam menjadi seorang penulis.
Untuk menjadi ahli kita butuh
latihan. Ada sebuah penelitian, untuk menjadi seorang yang benar-benar
ahli dalam sebuah bidang maka kita memerlukan 10.000 jam untuk bergelut
dalam bidang tersebut. Ini berlaku dalam bidang apapun termasuk menulis.
• Wawasan dibidang yang akan anda tulis.
Kenapa perlu wawasan? Ya harus donk.. karena bagaimana kita akan bisa
menulis dalam suatu tema jika kita tak menguasai tema tersebut. Jika
kita ingin berbicara tentang Al-quran maka kita harus menguasai materi
tentang Al-quran. Jika kita ingin menguasai permasalahn ekonomi maka
kita harus menguasai seputar ekonomi tersebut, begitupun bidang lain
seperti biologi fisika atau yang lain.
• Rumus terbaik menurut beliau dalam menulis adalah "Tulis Apa Yang Anda Ketahui".
Sebaik-baik kalimat (tulisan) adalah apa yang kamu katakan dan apa yang kamu baca.
• Ilmu menulis (teori dalam menulis/perapian)
Kenapa teori diletakkan di akhir? Karena jika diletakkan di awal maka
seseorang tak akan pernah bisa menulis. Dalammenulis mereka akan
terbebani oleh teori-teori yang ia ketahui. Ini lah salah satu sebab
mahasiswa fakultas sastra tak begitu banyak menelurkan karya-karya,
karena mereka belum tentu dilatih dalam menulis. Mereka hanya dilatih
dalam ilmu teori. Coba kita tanyakan kepada guru bahasa indonesia waktu
sekolah dulu. Sudah berapa tulisan yang sudah mereka buat dan sudah
mereka tiliskan. Sekali lagi menulis adalah sebuah skill )keterampilan),
bikan lah teori.
• Judul yang baik menurut kang Abik.
1- Judul itu mudah diingat. Artinya ketika membaca judul tersebut langsung bisa difahami.
2- Menarik
3- sesuaikan dengan sampul yang menarik
4- Nyambung dengan isi
Adapun 4 kiat dalam pembuat judul diatas lebih terfokus dalam pemasaran (Marketing)
• Penulis itu seperti photografer.
Dalam memoto sesuatu tinggal mengambil yang baik atau yang buruk.
Begitu juga penulis. Seperti Novel ayat-ayat cinta yang telah
mempengaruhi siswa diindonesia banyak menginginkan untuk melanjutkan
study dimesir. Mereka sangat tertarik dengan mesir yang indah, akan
tetapi ketika mereka datang kemesir merasa tak sesuai yang ada dinovel.
Mesir begitu kotor, dimanapun ada sampah. Administrasi dimesir begitu
kacau. Semuanya serba antri panjang. Intinya penulis harus bisa membaca
situasi.
• Inspirasi itu seperti ikan dilaut, adapun penulis bagaikan nelayan.
Nelayan terbagi dua. "nelayan yang pemalas" dan "nelayan yang rajin (Kreatif)" .
Nelayan yang pemalas akan menunggu ikan dilaut terdampar di tepi laut.
Sedangkan nelayan kreatif selamu mempunyai banyak cara untuk mendapatkan
ikan, bisa dengan menjala, memancing, atau mencari dengan kapal secara
berjamaah. Begitu juga penulis. Harus kreatif mencari inspirasi, harus
rajin menjadikan sebuah kejadian menjadi ide. Segala sesuatu yang ada
disekitar bisa menjadi santapan oleh seorang penulis.
• Mempertahankan mood menulis.
Ada sebuah cerita dijawa. Dua orang ulama yang satu angkatan sejak
dipsantren. Yang satunya suka menulis dan terus menulis dengan
keistiqomahan, dan yang satunya suka juga menulis tapi tidak begitu
istiqomah. Ketika sama-sama menjadi orang besar ulama yang satu
bertanya, koq sampeian istiqomah menulis? Koq bisa? Ya bisa toh..kalo
antum menulis menjadi musuh Syeitan, sedangkan saya menjadi teman syetan
dulu. Ente menulis terlalu cepat meniatkan karena Allah sehingga syitan
terus menggoda ente. Saya dalam menulis terus membayangkan berapa uang
yang akan saya terima dari penerbit. Itu hanya ketika menulis, ketika
saya memberikan naskah tulisan itu kepenerbit barulah saya niatkan
karena Allah. Jadi saya mengelabui syetan dlu dalam menulis, buka
melawannya. Heheh...
Intinya tidak apa-apa dengan nat insentif dalam menulis. Karena itu juga bukan hal yang salah untuk menjadikannya penyemangat.
Selain meniatkan insentif untuk menjaga mood menulis, kita juga harus berteman dengan aktifis menulis.